“Betul, cukup banyak siswa SMP 2 yang ke puskesmas diduga keracunan MBG. Siswa SD juga banyak, termasuk beberapa anak SMA. Sebagian yang kondisinya ringan dirawat di Pustu,” ujar Patrisius.

Menurutnya, seluruh siswa yang mengalami keluhan mengonsumsi makanan dari satu sumber dapur MBG yang sama.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Adrianus Odjo, membenarkan adanya dugaan kejadian keracunan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Tim Surveilans Dinkes telah bergerak cepat dengan melakukan pengambilan sampel pada Kamis (29/1/2026) sore.

Iklan

“Kami mengambil sampel bahan baku, makanan yang tersisa, serta spesimen dari korban untuk diuji di laboratorium. Hasilnya akan menjadi dasar penentuan penyebab pasti dan langkah lanjutan,” jelas Adrianus Odjo.

Sementara itu, Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Manggarai Barat sekaligus Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan sedang bekerja maksimal untuk mencari penyebab utama. Tim sudah berada di lapangan sejak awal kejadian. Mohon masyarakat bersabar dan menunggu informasi resmi,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap mitra penyelenggara MBG dan akan mengambil langkah antisipatif untuk menjamin keamanan program MBG di seluruh wilayah Manggarai Barat.