Ia melihat selama satu tahun ini belum ada gebrakan luar biasa di daerah-daerah sulit tersebut, baik oleh kabupaten maupun provinsi.

2. Stunting dan Masalah Kesehatan

Masalah kedua adalah stunting dan masalah kesehatan. NTT pernah menjadi provinsi dengan prevalensi stunting tertinggi nasional. Prevalensi stunting NTT masih berada di kisaran 30%+, meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

Kabupaten dengan angka stunting tinggi adalah TTS, Sumba Barat Daya, dan Manggarai Timur.

“Dari media kita lihat ada balita dengan gizi buruk di pedalaman Timor dan Sumba akibat akses pangan dan air bersih yang sangat terbatas. Sejauh ini pemerintah baru bergerak ketika sudah ada korban stunting, belum maksimal dalam upaya preventif,” kata Simson.

Ia menyarankan program intervensi gizi perlu dilakukan sedini mungkin, bukan saat sudah terjadi kasus. Selain itu, perlu mengatasi persoalan distribusi yang sering menjadi alasan terkendalanya program-program pemerintah.

3. Infrastruktur Jalan dan Akses Dasar

Banyak ruas jalan provinsi dan kabupaten mengalami kerusakan berat. Ratusan kilometer jalan dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Sebagai contoh ruas jalan Kupang–Amfoang, sebagian ruas di Flores Timur dan Sikka yang butuh perhatian serius.