Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menghadiri Ibadah Pelantikan Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah (PGIW) NTT Masa Bakti 2025–2030 yang berlangsung di GBI Philadelphia Ministry TDM, Kota Kupang, Minggu (4/12/2025).
Ibadah pelantikan dipimpin oleh Pdt. Maria Pada dan dilanjutkan dengan serah terima jabatan Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) PGIW NTT dari Pdt. Mery Kolimon selaku Ketua periode 2019–2025 kepada Pdt. Samuel Pandie sebagai Ketua periode 2025–2030, bersama jajaran pengurus lainnya. Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara yang disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur NTT.
Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Gereja dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat NTT di tengah dinamika global.
“Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mengubah karakter serta pola pikir masyarakat dalam waktu singkat. Karena itu, penguatan organisasi gerejawi dan pembinaan jemaat harus terus dilakukan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa organisasi gerejawi seperti PGIW NTT memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan daerah, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial kemasyarakatan.
“Gereja tidak hanya membangun pertumbuhan iman, tetapi juga memperkuat kerukunan antarumat beragama, mendukung penanggulangan stunting dan pengentasan kemiskinan, membina karakter generasi muda, serta terlibat dalam pelestarian lingkungan,” ujar Wagub.
Johni Asadoma menambahkan, pelantikan pengurus PGIW NTT merupakan mandat pelayanan yang harus diwujudkan melalui karya nyata bagi Gereja dan masyarakat luas.
“Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama dengan PGIW NTT. Gereja harus menjadi suara moral dan motor pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGIW NTT periode 2019–2025, Pdt. Mery Kolimon, menyoroti meningkatnya kasus HIV/AIDS yang menurutnya perlu menjadi agenda prioritas pelayanan gereja. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wakil Gubernur NTT serta mengucapkan selamat melayani kepada pengurus baru PGIW NTT.
Ketua PGIW NTT periode 2025–2030, Pdt. Samuel Pandie, dalam sambutannya menegaskan bahwa perbedaan liturgi dan tradisi gereja merupakan kekayaan yang harus saling dihargai sebagai wujud kasih Kristus.
Ia juga menyoroti sejumlah isu prioritas di NTT, seperti HIV/AIDS, stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, serta penguatan ketahanan pangan yang membutuhkan persatuan dan kerja sama lintas sektor.
“Terima kasih kepada pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. PGIW NTT berkomitmen memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam menangani berbagai isu prioritas. Jika kita berjalan bersama, kita pasti bisa,” ungkapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Ady E. Mandala, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Odermaks Sombu, para pendeta, serta jemaat perwakilan dari 19 gereja anggota PGIW NTT. (*/rnc)
