Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Gereja tidak hanya membangun pertumbuhan iman, tetapi juga memperkuat kerukunan antarumat beragama, mendukung penanggulangan stunting dan pengentasan kemiskinan, membina karakter generasi muda, serta terlibat dalam pelestarian lingkungan,” ujar Wagub.
Johni Asadoma menambahkan, pelantikan pengurus PGIW NTT merupakan mandat pelayanan yang harus diwujudkan melalui karya nyata bagi Gereja dan masyarakat luas.
“Pemerintah Provinsi NTT membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama dengan PGIW NTT. Gereja harus menjadi suara moral dan motor pelayanan bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PGIW NTT periode 2019–2025, Pdt. Mery Kolimon, menyoroti meningkatnya kasus HIV/AIDS yang menurutnya perlu menjadi agenda prioritas pelayanan gereja. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Wakil Gubernur NTT serta mengucapkan selamat melayani kepada pengurus baru PGIW NTT.
Ketua PGIW NTT periode 2025–2030, Pdt. Samuel Pandie, dalam sambutannya menegaskan bahwa perbedaan liturgi dan tradisi gereja merupakan kekayaan yang harus saling dihargai sebagai wujud kasih Kristus.
Ia juga menyoroti sejumlah isu prioritas di NTT, seperti HIV/AIDS, stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, serta penguatan ketahanan pangan yang membutuhkan persatuan dan kerja sama lintas sektor.
