Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menegaskan bahwa kontribusi Prof. Andreas selaras dengan Asta Cita ke-4 dan ke-8, yakni pembangunan karakter serta penguatan ideologi dan kebudayaan bangsa. “Prof. Andreas adalah penjaga ingatan kolektif agar generasi muda NTT tidak tercerabut dari akar budayanya,” ujar Rektor.

Inovasi Kelor untuk Swasembada Pangan

Sementara itu, Prof. Thomas Mata Hine menghadirkan terobosan ilmiah melalui riset bertajuk “Inovasi Aditif Berbasis Ekstrak Daun Kelor untuk Preservasi dan Kriopreservasi Sperma”. Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak daun kelor—tanaman yang melimpah di NTT—mampu melindungi sel sperma ternak dari stres oksidatif selama proses pembekuan.

Inovasi ini dinilai strategis dalam mendukung Asta Cita ke-2 tentang swasembada pangan, terutama dalam peningkatan populasi ternak unggul dan pemenuhan kebutuhan protein hewani. Teknologi sperma beku berbasis kelor juga diproyeksikan berkontribusi pada penurunan angka stunting di NTT.

Iklan

“Prof. Thom membuktikan bahwa solusi persoalan gizi dan ekonomi daerah sejatinya ada di halaman rumah kita sendiri, asalkan disentuh dengan teknologi,” kata Prof. Jefri Bale.

Komitmen Penguatan SDM Unggul

Saat ini, Undana tercatat memiliki 76 guru besar, dengan 53 di antaranya aktif. Rektor menegaskan bahwa jabatan guru besar bukanlah puncak karier, melainkan awal pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat dan negara.