Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mempertegas perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan penggerak pembangunan daerah dengan mengukuhkan dua guru besar dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa di Grha Undana, Rabu (14/1/2026).
Pengukuhan ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, tetapi juga langkah strategis Undana dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya pada aspek pembangunan karakter bangsa, swasembada pangan, serta pelestarian budaya berbasis kearifan lokal.
Dua akademisi yang resmi dikukuhkan yakni Prof. Dr. Drs. Andreas Ande, M.Si. sebagai Guru Besar bidang Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Daerah pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Prof. Dr. Ir. Thomas Mata Hine, M.Si. sebagai Guru Besar bidang Bioteknologi Reproduksi Ternak pada Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP).
Merawat Identitas Budaya di Tengah Arus Disrupsi
Dalam orasi ilmiah berjudul “Manusia dan Sejarah Kebudayaan Daerah Nusa Tenggara Timur dalam Kurikulum Pendidikan Merdeka Belajar”, Prof. Andreas Ande menekankan urgensi revitalisasi sejarah lokal sebagai fondasi jati diri generasi muda.
Ia menilai melemahnya semangat gotong royong serta menguatnya primordialisme di NTT merupakan dampak dari terpinggirkannya sejarah daerah dalam sistem pendidikan. Menurutnya, sejarah lokal harus diposisikan sebagai “museum hidup” yang membentuk karakter dan kesadaran kebangsaan peserta didik.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

