Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Inflasi year-on-year (yoy) tersebut dipicu kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025. Kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran, dengan sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatatkan kenaikan tertinggi.
Berdasarkan kondisi tersebut, Ibrahim memproyeksikan pergerakan rupiah pada perdagangan selanjutnya akan bergerak fluktuatif dan berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp16.750 hingga Rp16.780 per dolar AS. (*/rnc)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

