Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (6/1/2026). Rupiah terkoreksi 18 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp16.758 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh tekanan sentimen eksternal yang berasal dari dinamika geopolitik global, khususnya perkembangan politik di Venezuela.
Menurut Ibrahim, pasar global bereaksi terhadap dilantiknya Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela, sebagai presiden sementara pada Senin lalu. Meski Rodriguez menyatakan dukungan terhadap Presiden Nicolas Maduro, arah kebijakan pemerintahannya dinilai masih belum jelas.
“Meskipun ia menyampaikan dukungan untuk Maduro, tidak jelas apakah ia berencana untuk menentang intervensi AS. Laporan pada hari Senin menunjukkan bahwa intelijen AS memandang Rodriguez sebagai sosok yang paling tepat untuk memimpin pemerintahan sementara,” tulis Ibrahim dalam risetnya.
Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan Amerika Serikat terkait distribusi narkotika. Munyo, yang muncul di pengadilan New York beberapa hari setelah penangkapannya di Caracas oleh pasukan AS, menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah dan masih menjabat sebagai Presiden Venezuela.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

