Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Penangkapan Maduro, yang menurut Presiden AS Donald Trump dilakukan tanpa persetujuan Kongres, mengejutkan pasar global. Trump juga mengisyaratkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kendali sementara Venezuela serta membuka industri minyak negara tersebut bagi perusahaan-perusahaan minyak besar asal AS.
Dari sisi data ekonomi, sentimen global juga tertekan oleh lemahnya sektor manufaktur Amerika Serikat. Indeks PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember 2025 tercatat turun ke level 47,9, lebih rendah dari perkiraan 48,3 dan menurun dari 48,2 pada November. Capaian ini menandai kontraksi sektor manufaktur AS selama 10 bulan berturut-turut, yang mencerminkan pelemahan berkelanjutan.
Selain itu, pernyataan Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari yang cenderung hawkish turut menekan pasar. Kashkari menyebut inflasi AS masih terlalu tinggi dan kebijakan moneter saat ini semakin mendekati posisi netral. Ia juga menggambarkan pasar tenaga kerja AS berada dalam kondisi “perekrutan rendah dan pemecatan rendah”, yang menunjukkan perputaran tenaga kerja terbatas.
Sementara dari dalam negeri, sentimen relatif terjaga. Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi sepanjang 2025 masih terkendali. Inflasi tahunan Jakarta tercatat sebesar 2,63 persen, berada dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

