Pernyataan tersebut disambut teriakan “Matilah Amerika!” dari sejumlah anggota parlemen Iran, memperlihatkan meningkatnya retorika anti-Barat di tengah krisis domestik.

AS Dukung Demonstran, Opsi Respons Dipertimbangkan

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan dukungan kepada para demonstran Iran. Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyebut rakyat Iran sedang memperjuangkan kebebasan dan menegaskan bahwa Amerika Serikat siap membantu.

Pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa berbagai opsi respons tengah dipertimbangkan, mulai dari serangan siber hingga aksi militer langsung, meski hingga kini belum ada keputusan final yang diumumkan.

Protes Meluas, Pemerintah Iran Perketat Sikap

Di dalam negeri Iran, demonstrasi terus berlanjut di sejumlah kota besar, termasuk Teheran dan Mashhad. Sejumlah video yang beredar—diduga dikirim melalui jaringan satelit—memperlihatkan massa menghadapi aparat keamanan, serta keberadaan drone pengawas di atas lokasi unjuk rasa.

Pemerintah Iran semakin meningkatkan retorika keras. Pejabat keamanan senior Ali Larijani menuduh sebagian demonstran bertindak brutal dan menyamakan mereka dengan kelompok ISIS. Televisi pemerintah menayangkan pemakaman anggota pasukan keamanan yang tewas, serta gambar jenazah di beberapa provinsi.