Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Suami saya bilang ATM PKH sudah diblokir karena sudah pergantian presiden, jadi tidak ada PKH lagi. Saya sering dimarahi kalau tanya soal ATM,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut membuat Orance kebingungan dan mulai curiga, karena ia masih melihat warga lain di desanya yang merupakan penerima PKH tetap melakukan pencairan dana di bank. Setiap kali ia mempertanyakan hal itu, suaminya tetap bersikeras bahwa PKH sudah tidak ada lagi.
Kasus ini akhirnya terungkap pada 22 Desember 2025, ketika Orance mendatangi pendamping PKH Desa Eno Nabuasa untuk memastikan status kepesertaannya.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa nama Orance masih aktif sebagai penerima PKH, kartu ATM dalam kondisi aktif, dan dana PKH terus dicairkan.
“Ibu pendamping bilang nama saya masih aktif penerima PKH. Uang di saldo sudah ditarik selama tiga tahun dengan total Rp13.180.000. Saya tidak tahu uang itu ke mana,” kata Orance dengan nada sedih.
Dengan penuh kekecewaan, Orance kemudian mendatangi suami dan iparnya untuk meminta penjelasan. Ia menyampaikan bahwa PKH masih berjalan dan dana di ATM telah dicairkan.
Dalam pertemuan tersebut, adik iparnya mengaku sebagai pihak yang mengambil uang tersebut. Namun, situasi justru memanas.
