Kupang, RakyatNTT.ID – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus mengakselerasi peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah dengan menempatkan pustakawan sebagai aktor kunci dalam ekosistem literasi digital kampus.

Seiring bergabungnya Undana dalam Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Kawasan Timur Indonesia (KPTN-KTI), universitas menggelar pelatihan teknis penggunaan portal jurnal internasional ScienceDirect bagi pustakawan dan pengelola taman baca, Rabu (7/1/2026).

Pelatihan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan tindak lanjut strategis dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) langganan basis data jurnal ilmiah dunia bersama Elsevier.

Iklan

Melalui kerja sama tersebut, seluruh sivitas akademika Undana kini memperoleh akses penuh terhadap ribuan literatur ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus (Q1 dan Q2) dari berbagai bidang keilmuan sepanjang tahun 2026.

Pelatihan dipandu langsung oleh tim ahli Elsevier, Johan Jang, yang secara khusus membekali pustakawan dan pengelola taman baca di tingkat fakultas hingga Pascasarjana untuk berperan sebagai fasilitator riset.

Dalam konteks ini, pustakawan tidak hanya berfungsi sebagai pengelola koleksi fisik, tetapi juga sebagai pusat literasi digital yang mampu membimbing dosen dan mahasiswa dalam penelusuran artikel ilmiah tingkat lanjut.

“Peran pustakawan dan pengelola taman baca sangat krusial. Tanpa informasi yang maksimal dari bapak dan ibu kepada para peneliti, kekayaan data di ScienceDirect tidak akan terserap dengan optimal. Anda adalah jembatan pengetahuan bagi kemajuan kampus ini,” ujar Johan Jang dalam sesi pelatihan.

Materi pelatihan mencakup teknik advanced search, pemantauan tren riset global, hingga tata cara pengunduhan dokumen ilmiah secara legal dan etis. Dengan penguasaan ini, pustakawan diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan Undana.

Kemudahan akses menjadi salah satu keunggulan utama langganan ScienceDirect tahun ini. Sivitas akademika Undana dapat mengakses jurnal melalui jaringan internet kampus (IP Access) maupun akses jarak jauh (Remote Access), sehingga aktivitas riset dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja.

Pelatihan yang berlangsung interaktif ini ditutup dengan simulasi teknis sistem untuk memastikan seluruh unit kerja telah terkonfigurasi dengan baik dalam platform Elsevier.

Melalui penguatan kapasitas tenaga kependidikan ini, Undana menegaskan komitmennya dalam membangun budaya riset yang kuat dan berdaya saing, dengan akses pengetahuan global yang kini semakin mudah dijangkau oleh para peneliti. (*/rnc)