Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Perayaan Pentahbisan Imam dan Penutupan Tahun Yubileum Agung yang digelar di Gereja Paroki Kristus Raja Katedral Kupang, Selasa (6/1/2026).
Perayaan Ekaristi Kudus yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni. Dalam perayaan iman ini, sebanyak 11 Diakon Projo Keuskupan Agung Kupang resmi ditahbiskan menjadi imam.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan ucapan selamat dan proficiat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Ia menegaskan bahwa pentahbisan imam bukanlah akhir dari sebuah proses formasi, melainkan awal dari pengabdian seumur hidup dalam pelayanan kepada Tuhan dan umat.
“Pentahbisan ini bukan sekadar puncak perjalanan studi dan formasi, tetapi awal dari sebuah pengabdian seumur hidup sebagai imam Tuhan yang dipanggil untuk melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh cinta kasih,” ujar Gubernur Melki.
Ia juga berharap agar para imam yang baru ditahbiskan senantiasa setia pada panggilan suci, di tengah tantangan pelayanan pastoral yang semakin kompleks.
“Jadilah imam yang dekat dengan umat, mau mendengar, hadir, dan berjalan bersama umat dalam suka maupun duka. Tuhan yang memanggil adalah Tuhan yang juga senantiasa menyertai,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya sinergi antara Gereja dan Pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat. Meski memiliki peran yang berbeda, keduanya dipanggil untuk berjalan seiring dalam melayani umat dan masyarakat.
“Gereja meneguhkan iman dan harapan umat, sementara pemerintah menghadirkan kebijakan dan kerja nyata yang berpihak pada kesejahteraan rakyat, terutama mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan,” tegasnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Gubernur Melki juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village, One Product (OVOP).
Sejalan dengan itu, Pemprov NTT mengajak Gereja dan komunitas umat untuk mengembangkan konsep One Community, One Product (OCOP) sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.
Produk-produk komunitas tersebut diharapkan dapat dipasarkan melalui NTT Mart yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-NTT, sebagai langkah konkret memperkuat kemandirian ekonomi umat dan mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.
Sementara itu, Uskup Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni dalam sambutannya menegaskan bahwa imamat bukanlah soal kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani dunia.
“Dunia dewasa ini membutuhkan imam yang berani hadir di tengah umat, mendengarkan kegembiraan dan harapan, sekaligus duka dan kecemasan manusia. Imam diharapkan menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah yang memecah belah,” tegasnya.
Salah satu imam yang baru ditahbiskan, RD. Andy Riang Hepat, mengungkapkan rasa syukur dan menegaskan bahwa imamat merupakan penyerahan diri secara total kepada Allah dan umat.
“Seorang imam bukan milik dirinya sendiri. Ia adalah milik Allah dan umat-Nya. Imamat bukanlah kedudukan, melainkan penyerahan diri secara total. Dengan penuh syukur, kami mempersembahkan diri kami kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Doakan kami agar setia menjadi imam hingga kekal,” ungkapnya. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

