“Dunia dewasa ini membutuhkan imam yang berani hadir di tengah umat, mendengarkan kegembiraan dan harapan, sekaligus duka dan kecemasan manusia. Imam diharapkan menjadi jembatan kasih, bukan tembok pemisah yang memecah belah,” tegasnya.

Salah satu imam yang baru ditahbiskan, RD. Andy Riang Hepat, mengungkapkan rasa syukur dan menegaskan bahwa imamat merupakan penyerahan diri secara total kepada Allah dan umat.

“Seorang imam bukan milik dirinya sendiri. Ia adalah milik Allah dan umat-Nya. Imamat bukanlah kedudukan, melainkan penyerahan diri secara total. Dengan penuh syukur, kami mempersembahkan diri kami kepada Tuhan dan Gereja-Nya. Doakan kami agar setia menjadi imam hingga kekal,” ungkapnya. (*/rnc)

Iklan