Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Menanggapi hal itu, Direktur Utama PT PLN Nusantara Power (NP) Ruly Firmansyah menjelaskan bahwa pemanfaatan FABA bersifat lintas waktu dan tidak selalu sejalan dengan tahun produksinya.
“Produksi limbah pada 2024 lebih tinggi dibandingkan serapan. Artinya, sebagian limbah yang belum terserap pada 2024 dapat dimanfaatkan pada 2025, dan pola serupa akan kami lanjutkan pada 2026 seiring peningkatan produksi,” jelas Ruly.
Ia juga mengakui adanya tantangan geografis, terutama jarak PLTU yang jauh dari pabrik semen sebagai penyerap utama FABA. Karena itu, PLN mendorong pemanfaatan alternatif berbasis ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM untuk mengolah FABA menjadi paving block, beton, dan produk konstruksi lainnya. (*/rnc)



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

