Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian tengah, dan Laut Arafuru bagian timur berpeluang mengalami gelombang tinggi,” tulis BMKG dalam peringatan dini yang dirilis Kamis (29/1/2026).
BMKG menegaskan, potensi gelombang tinggi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama bagi aktivitas masyarakat pesisir dan nelayan di NTT yang masih mengandalkan transportasi laut.
BMKG mengimbau nelayan dan operator pelayaran untuk memperhatikan batas keselamatan, antara lain:
- Perahu nelayan: berisiko saat kecepatan angin >15 knot dan gelombang >1,25 meter
- Kapal tongkang: berisiko saat kecepatan angin >16 knot dan gelombang >1,5 meter
- Kapal ferry: berisiko saat kecepatan angin >21 knot dan gelombang >2,5 meter
- Kapal besar (kargo/pesiar): berisiko saat kecepatan angin >27 knot dan gelombang >4 meter
Masyarakat pesisir NTT diminta untuk terus memantau informasi cuaca maritim BMKG dan menunda aktivitas pelayaran apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman. (*/rnc)
