Jakarta, RakyatNTT.ID Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia yang diperkirakan berlangsung pada 3 hingga 6 Januari 2026.

BMKG menyebut, kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan Siklon Tropis Iggy yang terpantau berada di Samudra Hindia selatan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga Jawa Tengah. Siklon ini menyebabkan peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang di berbagai perairan Indonesia.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari arah utara hingga timur dengan kecepatan berkisar 6–35 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin dominan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8–35 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Jawa, Samudra Hindia barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat,” tulis BMKG dalam keterangannya yang dikutip Minggu (4/1/2026).

Wilayah Berpotensi Gelombang 1,25–2,5 Meter

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain:

  • Selat Malaka bagian utara
  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
  • Samudra Hindia selatan DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT
  • Selat Karimata bagian utara dan selatan
  • Laut Jawa bagian tengah dan timur
  • Selat Makassar bagian utara, tengah, dan selatan
  • Laut Sulawesi bagian barat, tengah, dan timur
  • Laut Maluku, Laut Seram, Laut Banda
  • Samudra Pasifik utara Papua dan Papua Barat
  • Laut Arafura bagian utara dan timur

Gelombang Lebih Tinggi Capai 4 Meter

Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di:

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
  • Samudra Hindia barat Lampung dan Bengkulu
  • Samudra Hindia selatan Banten dan Jawa Barat
  • Laut Natuna Utara
  • Samudra Pasifik utara Maluku dan Papua Barat Daya
  • Laut Arafura bagian tengah dan timur

BMKG menegaskan, potensi gelombang tinggi tersebut berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.