Ba’a, RakyatNTT.ID Manajer ULP PLN Rote Ndao, Yohanes Fernandes Lay, mengungkapkan bahwa Kapal Negara (KN) Nipa telah mengangkut 180 ton bahan bakar minyak (BBM) ke Rote Ndao untuk mendukung operasional pembangkit listrik.

Namun, pasokan tersebut dinilai belum mencukupi kebutuhan PLN, sehingga pemadaman listrik bergilir masih harus dilakukan.

“Listrik masih padam karena BBM yang masuk hanya cukup untuk sekitar empat hari operasional,” ujar Yohanes, Selasa (27/1/2026).

Ia menjelaskan, saat ini PLN Rote Ndao menerapkan pemadaman bergilir selama 12 jam setiap hari, dengan pola listrik menyala enam jam pada siang hari dan enam jam pada malam hari. Skema ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan energi hingga pasokan BBM kembali normal.

Yohanes menambahkan, cuaca buruk menjadi kendala utama distribusi BBM ke wilayah Rote Ndao. Berdasarkan informasi dari BMKG, cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung beberapa hari ke depan, dengan tinggi gelombang mencapai 2–4 meter serta kecepatan angin hingga 30 knot, yang berdampak pada keterlambatan pengiriman logistik energi.

Sebelumnya diberitakan, KN Nipa milik Distrik Navigasi tiba di Pelabuhan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 08.40 WITA, membawa 180 ton BBM yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional PLN Rote Ndao.