Kupang, RakyatNTT.ID Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, menghadiri pembukaan Sidang Klasis Kota Kupang Timur ke-8 yang digelar di GMIT Imanuel Kolhua, Rabu (10/12/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi gereja dalam menata arah pelayanan serta merespons dinamika kehidupan jemaat di tengah perubahan zaman.

Acara pembukaan turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi NTT Semuel Halundaka, S.IP, M.Si, Sekretaris Sinode GMIT Pdt. Lay Abdi K. Wenyi, M.Si, para pendeta, majelis dari 35 gereja, Anggota DPRD Kota Kupang Dance Bistolen, serta tokoh masyarakat setempat. Wawali juga didampingi Plt Camat Maulafa dan Lurah Kolhua.

Iklan

Gereja Harus Hadir dalam Aksi Nyata

Dalam sambutannya, Serena Francis menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya sidang yang dianggapnya bukan hanya agenda tahunan, tetapi ruang untuk menyatukan hati sekaligus merancang pelayanan gereja yang lebih relevan.

“Dunia sedang terluka oleh krisis moral, tantangan ekonomi, dan persoalan sosial. Karena itu gereja dipanggil bukan hanya kuat dalam liturgi, tetapi juga hidup dalam aksi. Iman tanpa perbuatan adalah mati,” tegasnya.

Serena turut menyoroti capaian Kota Kupang yang selama satu dekade terakhir konsisten masuk dalam jajaran kota paling toleran di Indonesia, serta menerima penghargaan Kota Cinta Damai dan Inklusif dari Kompas TV. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat.

Pesan untuk Gereja terkait Tantangan Generasi Muda

Serena juga menyinggung tantangan generasi muda di era digital. Ia menekankan pentingnya sinergi gereja dan pemerintah untuk menjaga kesehatan mental, moral, serta karakter generasi penerus.