Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
MEMILIKI umur panjang dan tetap sehat merupakan harapan banyak orang. Meski usia hidup tidak bisa diprediksi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa umur panjang dapat diupayakan melalui kebiasaan sederhana sehari-hari, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk suplemen atau teknologi canggih.
Profesor biologi dan gerontologi dari Leonard Davis School of Gerontology, University of Southern California, John Tower, menyebut pilihan gaya hidup sederhana seperti pola makan sehat dan olahraga teratur sebagai strategi paling efektif untuk memperpanjang usia dan menjaga kualitas hidup.
Berikut sejumlah kebiasaan sederhana yang terbukti secara ilmiah dapat membantu memperpanjang umur, seperti dirangkum dari New York Times.
1. Rutin Berolahraga
Olahraga membantu memperpanjang usia dengan menyehatkan jantung dan paru-paru, meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, serta menurunkan risiko gangguan mental.
Ilmuwan senior dari Tufts University, Roger Fielding, menegaskan bahwa manfaat olahraga tidak harus diperoleh dari pusat kebugaran mahal. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki 30 menit per hari, latihan kardio, atau latihan kekuatan di rumah sudah cukup untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.
American Heart Association merekomendasikan 150 menit olahraga aerobik intensitas sedang per minggu atau 75 menit intensitas tinggi. Namun, aktivitas fisik dalam bentuk apa pun tetap lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali.
2. Pola Makan Sehat Lebih Penting dari Suplemen
Berbagai metode seperti pembatasan kalori, puasa, diet ketogenik, hingga konsumsi suplemen sering diklaim dapat memperpanjang umur. Namun, banyak di antaranya belum terbukti aman dan efektif pada manusia.
Ahli gizi dari Universitas Montreal, Anne-Julie Tessier, menyarankan fokus pada makanan utuh yang tidak diproses, seperti biji-bijian utuh, buah, sayuran, dan protein tanpa lemak. Pola makan ini terbukti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan harapan hidup.
Untuk menekan biaya, Tessier menyarankan konsumsi buah dan sayuran beku yang memiliki nilai gizi setara dengan bahan segar.
3. Tidur Berkualitas Sekitar Tujuh Jam
Tidur yang cukup dan berkualitas berkaitan erat dengan umur panjang. Menurut Dr. Brienne Miner dari Yale School of Medicine, sekitar tujuh jam tidur per malam adalah durasi ideal untuk menjaga keseimbangan hormon, kadar gula darah, dan fungsi otak.
Tidur terlalu sedikit atau terlalu lama justru meningkatkan risiko kematian dini. Miner juga mengingatkan bahwa pelacak tidur mahal dan tes canggih belum tentu efektif, bahkan dapat memicu kecemasan tidur.
Kunci tidur berkualitas adalah jadwal tidur konsisten, aktivitas fisik teratur, interaksi sosial, serta menghindari alkohol.
4. Latih Pola Pikir Lebih Optimistis
Kesehatan mental berperan besar dalam umur panjang. Depresi dan kesepian terbukti meningkatkan risiko kematian. Profesor Harvard T.H. Chan School of Public Health, Laura Kubzansky, menyebut bahwa optimisme dapat memperpanjang usia.
Pola pikir positif dapat dilatih melalui kebiasaan sederhana seperti menulis jurnal harian, refleksi diri, atau terapi bicara, tanpa perlu mengikuti terapi mahal yang belum tentu terbukti secara ilmiah.
5. Fokus pada Dampak Nyata, Bukan Tes Mahal
Tes “usia biologis” yang kini marak dipromosikan dinilai belum cukup akurat untuk menentukan seberapa cepat tubuh menua. William Mair, profesor di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menilai tes-tes tersebut belum cukup canggih dan manfaatnya masih terbatas.
Menurut Mair, pertanyaan terpenting bukan seberapa muda usia biologis seseorang, melainkan apakah perubahan gaya hidup membuat tubuh terasa lebih sehat, bugar, dan tajam secara mental.
“Lebih baik berinvestasi pada kebiasaan sehat yang terbukti, daripada menghabiskan uang untuk produk yang belum jelas manfaatnya,” ujar Mair. (*/rnc)





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

