Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, rutinitas olahraga dan konsumsi makanan bernutrisi seperti buah serta sayur semakin menjadi bagian gaya hidup.
Namun, di balik manfaatnya, bahan pangan ini dapat terkontaminasi polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), senyawa organik berbahaya yang diketahui bersifat karsinogenik.
Hal ini terungkap melalui studi yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Department of Food Science and Biotechnology, Seoul National University of Science and Technology, yang dipimpin Prof Joon-Goo Lee.
Buah dan Sayur Bisa Terkontaminasi PAHs dari Lingkungan
Pada pangan nabati seperti buah dan sayuran, PAHs dapat muncul akibat paparan polusi udara dari emisi kendaraan maupun industri, penggunaan air irigasi yang tercemar, serta penyerapan dari tanah yang sudah terkontaminasi. Senyawa berbahaya ini dapat menempel di permukaan atau bahkan terserap hingga ke bagian jaringan yang dikonsumsi.
PAHs pada Daging Terbentuk saat Proses Memasak
Sementara itu, pada pangan hewani seperti daging dan ikan, PAHs biasanya terbentuk selama pengolahan dengan suhu tinggi. Metode memasak seperti memanggang, barbeque, dan menggoreng dapat memicu pembentukan PAHs akibat pembakaran tidak sempurna dari lemak dan komponen organik lainnya. Bagian makanan yang gosong diketahui mengandung kadar PAHs lebih tinggi.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

