“Namun saat itu Joni justru melarikan diri dari puskesmas. Setelah ditemukan, ia kembali dibawa keluarga ke RSUD SoE untuk dirawat,” jelas Gema.

Setelah kondisi kesehatannya membaik, Joni Ang kembali ke Desa Nakfunu. Sekitar September 2025, keluarga baru mengetahui bahwa Joni sebelumnya telah menjalani operasi hernia.

Kapolres Timor Tengah Selatan, AKBP Hendra Dorizen, membenarkan peristiwa meninggalnya Joni Ang. Ia menyatakan bahwa jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

“Benar, yang bersangkutan telah meninggal dunia dan jenazah sudah diserahkan ke keluarga,” ujar Kapolres TTS. (*/rnc)