Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Jakarta, RakyatNTT.ID – Pasar unitlink global diperkirakan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan seiring tingginya permintaan produk asuransi yang menggabungkan proteksi dan investasi. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan pasar unitlink di Indonesia yang hingga kini masih mengalami tekanan.
Unitlink atau Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) merupakan instrumen yang menawarkan proteksi jiwa sekaligus potensi imbal hasil investasi. Dengan kombinasi manfaat tersebut, unitlink dinilai ideal untuk kebutuhan finansial jangka panjang seperti perencanaan pensiun, akumulasi kekayaan, hingga keamanan keuangan keluarga.
Pasar Global Tumbuh Pesat
Allied Market Research memperkirakan pasar unitlink global akan berkembang signifikan dengan CAGR 10,5% dalam 10 tahun ke depan. Pada 2034, nilai pasar unitlink diprediksi mencapai US$3,3 triliun, meningkat tiga kali lipat dari posisi 2024 sebesar US$1,1 triliun.
Pertumbuhan tersebut dipicu oleh beberapa faktor berikut:
- Permintaan tinggi terhadap produk proteksi investasi yang fleksibel
- Meningkatnya adopsi layanan pengelolaan kekayaan
- Kebutuhan menjaga stabilitas keuangan di berbagai segmen masyarakat
- Peningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan
- Program inklusi keuangan pemerintah di berbagai negara
- Berkembangnya sektor UKM yang membutuhkan perlindungan finansial
Dari sisi distribusi, kanal offline diperkirakan tetap dominan karena tingginya kepercayaan masyarakat terhadap konsultasi tatap muka. Di sisi kawasan, Asia Pasifik menjadi motor utama pertumbuhan berkat meningkatnya kesadaran finansial dan pendapatan masyarakat, terutama di India dan Tiongkok.




WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

