“Bapak Uskup senang karena aula istana ini dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan yang memberdayakan tanpa sekat. Kebersamaan ini adalah wujud kasih Allah yang menyelamatkan keluarga,” kata Romo Vikjen.

Selain menghadirkan kasih Allah, menurut Romo Vikjen, aksi ini juga wujud perdamaian dan persaudaraan nyata serta cerminan dari keterbukaan yang universal.

“Kita bisa bertemu di sini karena ada damai di hati. Ini juga adalah tanda iman yang hidup. Mari kita terus menghadirkan damai dan persaudaraan untuk menghidupi iman dengan berbagi rasa dan berbagi suka cita,” ungkap Romo Vikjen.

Iklan

Kepercayaan Besar untuk Pemuda Katolik

Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuvensius Tukung mengaku berbangga karena organisasinya mendapatkan kepercayaan besar untuk menyalurkan 2.000 paket Natal.

“Menjadi penghubung dan penyalur bantuan ini, tentu sebuah kepercayaan yang mahal untuk kami. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan ini demi karya-karya yang lebih besar ke depannya,” ujar mantan anggota DPRD Kota Kupang dua periode itu.

Menurut Yuven Tukung, penyaluran paket Natal menyasar keluarga rentan yang selama ini jauh dari akses bantuan, khususnya mereka yang tinggal di pinggiran kota.

“Total ada 2.000 paket Natal. 1.000 paket dari Angkasa Pura Indonesia dan 1.000 paket dari Nindya Karya. Pemuda Katolik menyalurkan lebih dari 1.000 paket. Di sini (Istana Keuskupan Agung Kupang, red) kita salurkan 526 paket, Kapela Haukoto 274 paket. Kami juga sudah distribusikan ratusan paket ke Kapela Baun, Kapela Noelsinas, Usapi dan Soba. Sementara Sinode GMIT melalui Yayasan Alfa Omega teman-teman GAMKI menyalurkan 700 paket,” pungkas Yuven Tukung. (rnc)