Ia menambahkan, inisiatif ini merupakan langkah konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim melalui jalur pendidikan.

Aurum juga meyakini bahwa proses inovatif dan partisipatif yang mempertemukan guru, siswa, ilustrator, komunikator sains, serta pemangku kepentingan lokal akan menghasilkan materi pembelajaran Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (PRB-API) yang menarik, relevan, dan aplikatif di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah rawan bencana.

Climate Ed-Hackathon ini diikuti oleh guru dan kepala sekolah dari sembilan sekolah dasar dampingan Program GenRe. Selama proses perancangan modul ajar kreatif, para peserta mendapatkan pendampingan dari panel ahli lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi pendidikan, ilustrator, hingga media.

Iklan

Penilaian dilakukan secara komprehensif oleh lima dewan juri dewasa yang terdiri dari para pakar, yakni DR. Marsel Robot (Undana), Norman Riwu Kaho (Undana sekaligus Ketua Forum PRB Provinsi NTT), Drs. Saryaskus Paulus Liu, M.Dev.Admin., Ph.D (Kepala BP4D Kabupaten Kupang), James Martin Abineno, SE, MM (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang), serta Willy Fanggidae (Pegiat Isu Anak dan GEDSI).