Kupang, RakyatNTT.ID – Alain Niti Susanto terpilih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur menggantikan Emanuel Melkiades Laka Lena.

Alain terpilih secara aklamasi dalam Musywarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar NTT yang berlangsung di Aula Hotel Harper, Kupang, Minggu (7/12/2025). Musda tersebut dibuka dengan resmi oleh Sekjen DPP Golkar, Muhammad Sarmuji.

Sebelum terpilih menjadi nahkoda baru Golkar NTT, Alain Niti Susanto menjabat sebagai Bendahara DPD I Golkar NTT.

Iklan

Fokus Emban Tugas Waketum DPP Golkar

Dengan melepaskan jabatan sebagai Ketua DPD I Golkar NTT, Melki Laka Lena kini fokus mengemban tugas sebagai Wakil Ketua Umum DPP Golkar. Tugas itu diembannya pasca Ketua Umum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia mengumumkan komposisi kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029 pada 22 Agustus 2024 lalu.

Dalam sambutanya di acara pembukaan Musda, Melki Laka Lena mengaku dapat banyak dukungan dari DPD II Golkar se-NTT agar dirinya tetap menahkodai Golkar NTT.

“Teman-teman DPD II minta kalau bisa rangkap jabatan. Ternyata panggilan partai dan bos partai sudah bicara, maka tidak bisa diskusi lagi. Pak Ketum bilang, gubernur tetap tapi sebagai ketua partai cukup sudah. Cari yang kira-kira bisa meneruskan. Kemudian diminta untuk fokus jadi Waketum Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur,” ujar Melki Laka Lena.

“Akhirnya dengan berat hati saya sampaikan ke teman-teman, bahwa sudah waktunya dan saya mohon izin untuk bisa lebih fokus sebagai Waketum. Namun komitmen saya terhadap NTT tidak berubah, terutama dalam peran sebagai gubernur,” lanjut Melki yang langsung disambut tepuk tangan dari peserta Musda dan seluruh tamu undangan yang hadir.

Melki Laka Lena menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader Golkar yang sudah menugaskan sekaligus merelakan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan tugas di DPP Golkar.

Sehubungan dengan pemilihan Ketua Golkar NTT yang baru, Melki Laka Lena bersyukur sudah ada kesepakatan bersama dalam dialog sebelum musda. Adapun kesepakatannya yakni menugaskan Alain Niti Susanto untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Golkar NTT ke depan.

“Dalam diskusi semalam, kami juga membicarakan soal format bagaimana NTT bisa menjadi provinsi yang mandiri di bidang ekonomi. Mudah-mudahan Pak Alain bisa melanjutkan pemikiran ini secara lebih teknis, agar kemandirian ekonomi bisa kita bangun bersama-sama,” ungkap Melki Laka Lena.

Aturan Partai Tidak Bisa Rangkap Jabatan

Sementara Sekjen DPP Golkar Muhammad Sarmuji dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Golkar NTT yang telah bersurat ke DPP dengan harapan agar Melki Laka Lena bisa tetap jadi Ketua Golkar NTT.

“AD ART Partai Golkar melarang rangkap jabatan secara vertikal, sehingga Pak Melki tidak bisa sebagai Ketua Golkar NTT sekaligus sebagai Waketum di DPP,” tegasnya.

Muhammad Sarmuji meminta keluarga besar Golkar NTT untuk tidak khawatir ketika Melki Laka Lena melepaskan jabatan sebagai Ketua DPD I Golkar NTT.

“Kami hanya meminjam pikiran dan kewibawaannya. Saya berharap Ketua Golkar NTT yang nantinya terpilih dan seluruh jajaran, memimpin dengan hati untuk membesarkan partai Golkar,” pungkasnya. (rnc)