Ibrahim menilai kombinasi kebijakan fiskal yang hati-hati, pengendalian inflasi, dan ekspansi industri jangka panjang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan terbaik di Asia. Inflasi inti diperkirakan stabil pada kisaran 2,5 hingga 3,2 persen, mencerminkan kebijakan moneter yang terjaga serta rantai pasok domestik yang stabil.

Namun Rupiah Tetap Melemah Sepanjang Tahun

Meski ada sejumlah faktor pendukung, performa rupiah sepanjang 2025 masih berada di zona pelemahan. Data Bloomberg per 16 November 2025 mencatat rupiah melemah 3,44 persen secara year to date.

Jika dibandingkan dengan 11 mata uang Asia lainnya, rupiah menjadi salah satu yang berkinerja terburuk pada tahun berjalan. Secara historis, rupiah mencatat pelemahan 0,62 persen dalam sebulan terakhir, 3,54 persen dalam tiga bulan terakhir, dan 0,86 persen dalam enam bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu derasnya arus modal asing yang keluar dari pasar keuangan Indonesia.

Iklan

Bank Indonesia mencatat outflow asing mencapai Rp184,09 triliun year to date hingga 13 November 2025. Rinciannya:

  • Jual neto Rp37,24 triliun di pasar saham
  • Rp140,40 triliun di Sekuritas Rupiah BI
  • Rp6,45 triliun di Surat Berharga Negara

Indikator Risiko dan Obligasi Pemerintah

Premi credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat berada di level 73,51 basis poin per 13 November, sedikit lebih tinggi dibandingkan 76,05 basis poin pada 7 November.