“Saya tak akan menghabiskan waktu untuk mencari tahu keberadaan mereka. Sudah pasti mereka telah punah,” ujar Tocheri, dikutip dari IFLScience.

Menurutnya, suatu spesies hanya dapat bertahan jika populasinya berada pada angka minimal tertentu. Dalam kasus ini, 30 saksi mata dianggap terlalu sedikit untuk menandakan keberlangsungan sebuah spesies di tengah dominasi manusia modern.

Pendapat Tocheri diperkuat oleh ilmuwan Flinders University, Corey Bradshaw. “Untuk hitung-hitungan dasarnya, 50 individu efektif dibutuhkan untuk menghindari kepunahan sebuah spesies. Ini setara dengan populasi 250 sampai 500 orang,” jelas Bradshaw.

Iklan

Penelitian Berlanjut, Misteri Tetap Menggantung

Hingga kini, belum ada bukti fisik baru yang mendukung hipotesis Homo floresiensis masih hidup. Perdebatan antara kesaksian warga lokal dan bukti ilmiah terus menjadi sorotan, sementara misteri tentang manusia purba Flores tetap menggantung dan memancing rasa ingin tahu publik. (*/CNBC/rnc)