Setibanya di lokasi, korban sempat memanjat tebing batu setinggi dua meter meski sudah diperingatkan oleh kakaknya agar tidak melompat.

Namun nahas, Ewalda terpeleset, terjatuh, membentur batu, lalu tercebur ke dalam air sedalam sekitar dua meter.

Kakak korban dan dua temannya berusaha menolong menggunakan sebatang kayu, tetapi korban baru berhasil dievakuasi sekitar satu jam kemudian dalam kondisi tidak bergerak. Dari hidung korban keluar darah bercampur air, dan korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Iklan

Hasil Pemeriksaan Medis dan Temuan Polisi

Tim identifikasi menemukan korban dalam posisi telentang, mengenakan kaos hitam bertulisan “Sobat Ngarit” dan celana pendek bermotif batik biru tua.

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya luka lecet dan memar di kedua telinga, darah keluar dari hidung, disertai busa dan kaku mayat sebagian pada tangan kiri serta kaki.

Tenaga medis dari Puskesmas Kapan, dr. Elaine Sianturi, melakukan visum luar antara pukul 19.00–19.28 Wita dan menyimpulkan bahwa korban kemungkinan meninggal karena tenggelam, namun untuk memastikan diperlukan otopsi lebih lanjut.

Pihak keluarga korban menolak otopsi dan memilih menerima peristiwa ini sebagai musibah, memutuskan untuk memakamkan korban sesuai adat dan keyakinan setempat.