Maumere, RakyatNTT.ID Kabupaten Sikka resmi menurunkan satu tim putra untuk berlaga pada kompetisi bola voli bergengsi Ben Mboi Memorial Cup (BMMC) I 2025.

Kontingen voli Sikka dijadwalkan bertolak ke Kupang pada Rabu, 3 Desember 2025 menggunakan transportasi laut.

Pelatih Kepala, Fandi, mengatakan persiapan tim telah dilakukan sejak dua bulan terakhir melalui tahapan penjaringan, seleksi pemain, hingga training center (TC).

“Kita sudah melakoni persoalan yang cukup, dan siap untuk menghadapi berbagai tim yang akan bertanding di BMMC,” ujarnya.

Didominasi Pemain Muda dan Wajah Baru

Fandi menjelaskan bahwa tim yang dibawanya kali ini merupakan kombinasi pemain muda dan beberapa senior. Mayoritas pemain berusia di bawah 21 tahun, termasuk sejumlah wajah baru yang untuk pertama kalinya tampil di kompetisi voli kasta tertinggi di NTT tersebut.

“Ada dua pemain senior yang kami rekrut, namun mayoritas pemain usia di bawah 21 tahun menjadi prioritas saya,” jelasnya.

Pelatih asal Sikka itu memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi prima saat tiba di Kupang nanti.

Sikka Tetap Kompetitif Meski Diperkuat Pemain Baru

Meski mengandalkan banyak pemain debutan, Fandi optimistis tim putra Sikka dapat bermain maksimal di BMMC 2025. Optimisme itu bukan tanpa alasan, mengingat Sikka merupakan salah satu peraih medali perunggu Porprov NTT 2022, sehingga tetap menjadi tim yang diperhitungkan lawan.

“Kami berharap dukungan penuh publik Sikka. Untuk cabor voli, kita punya catatan prestasi, sehingga kami yakin bisa tampil maksimal,” tegasnya.

BMMC jadi Wadah Regenerasi Atlet Voli NTT

Sebagai mantan pevoli NTT di ajang Prapon Jakarta 2007, Fandi memberi apresiasi kepada Pengprov PBVSI NTT yang menghadirkan kompetisi BMMC sebagai turnamen voli kasta tertinggi provinsi.

Ia menilai hadirnya BMMC merupakan momentum penting untuk memperkuat proses regenerasi atlet voli di NTT dan membuka peluang tampil di level nasional.

“Setelah fakum cukup lama, hadirnya Ben Mboi Cup menjadi sejarah baru. Ini wadah penting agar atlet bisa bertanding di tingkat provinsi dan bersaing dengan daerah lain sebagai bagian dari regenerasi,” ujarnya.

Fandi berharap melalui BMMC 2025 dapat lahir atlet-atlet potensial yang siap memperkuat NTT di Prapon 2027 dan PON 2028. (*/rnc04)