Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Herry Susanto, pemimpin perusahaan pengeboran yang turut membantu pengerjaan sumur bor tanpa memungut biaya. Kesaksian dari para pelayan gereja seperti Pater Paulus Dwiyaminarta CSSR dan Suster Bernadete, yang menggambarkan kondisi sulit masyarakat akan air bersih di Kolin, Sumba Barat Daya, menjadi pendorong utama aksi kemanusiaan ini.

Dalam kesaksian mereka, minimnya air bersih menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan seperti stunting, cacingan, busung lapar, hingga pandemi kecil di wilayah pelayanan.

Uskup Agung Kupang: Ini adalah Penghayatan Iman yang Sesungguhnya

Mgr. Hironimus Pakaenoni dalam sambutannya menyambut baik pemberian empat sumur bor tersebut. Ia menyebutnya sebagai berkat besar bagi umat di wilayah Keuskupan Agung Kupang.

Iklan

“Ini merupakan penghayatan iman yang sesungguhnya. Atas nama gereja, saya memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada FGBMFI NTT atas karya nyata mereka bagi kesejahteraan banyak orang,” tegas Uskup Pakaenoni.

Ia juga menegaskan bahwa FGBMFI bukanlah gereja, melainkan komunitas orang beriman yang digerakkan oleh Roh Kudus untuk melakukan perbuatan baik. Hal ini, menurutnya, selaras dengan prinsip pelayanan Gereja Katolik.