Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Dalam buku-buku itu, uang tidak ada. Itu menarik,” kata Musk. “Dan tebakan saya, jika AI dan robotika terus berkembang, uang bisa berhenti relevan.”
Gagasan Universal High Income Masih Dipertanyakan
Ini bukan kali pertama Musk melontarkan ide serupa. Dalam ajang Viva Technology 2024, ia mengusulkan konsep “universal high income” sebagai sistem pendapatan baru di dunia tanpa pekerjaan wajib, meski tanpa menjelaskan mekanisme detailnya. Ide tersebut mirip dengan gagasan universal basic income yang pernah disuarakan CEO OpenAI Sam Altman.
Ekonom: Visi Musk Terlalu Optimistis
Meski terdengar futuristis, banyak ekonom menilai prediksi Musk terlalu optimistis. Mereka menegaskan bahwa biaya robotik masih sangat mahal dan perkembangan AI belum cukup cepat untuk mengubah struktur pasar tenaga kerja secara drastis dalam 20 tahun ke depan.
Laporan Yale Budget Lab menunjukkan bahwa sejak kehadiran ChatGPT pada 2022, pasar kerja global belum mengalami disrupsi besar seperti yang dikhawatirkan. Disrupsi tersebut dinilai terjadi secara bertahap, tidak revolusioner.
Masalah lain yang muncul adalah bagaimana dunia menghadapi jutaan atau bahkan miliaran orang tanpa pekerjaan. Ekonom tenaga kerja Temple University, Samuel Solomon, mengatakan bahwa kebutuhan universal basic income mungkin nyata, tetapi tantangan politik untuk mewujudkannya sangat besar.
