Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Sepak bola ETMC ini bukan sekadar pertandingan. Tapi juga menggerakkan ekonomi, menghidupkan UMKM, dan memperkuat persatuan kita sebagai orang NTT,” tegasnya.
Mantan Anggota DPR RI ini berharap, melalui turnamen ETMC dapat lahir banyak atlet sepak bola yang mampu berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
“Kita ingin agar dari ajang ini lahir pemain-pemain hebat seperti Marcelino Ferdinan, Yabes Roni, atau Viktor Dethan. Saya sudah dengar komitmen dari Pak Chris Mboeik, agar semakin banyak anak NTT bermain di Liga 1 bahkan di luar negeri,” jelasnya.
Gubernur Melki Laka Lena juga mengingatkan agar seluruh penonton menjadi suporter yang baik dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Mari jadi penonton yang memberi dukungan tanpa membuat keributan. Mencintai sepak bola berarti mencintai keragaman, menghargai perbedaan, siap menang, dan siap kalah,” ungkap Melki.
Ketua Panitia ETMC 2025, Piter Mite, melaporkan turnamen kali ini mengusung tema “Sport and Culture” dan akan berlangsung mulai 9 November hingga 5 Desember 2025.
Dia menyebut, sebanyak 28 klub dari seluruh kabupaten/kota di NTT turut berpartisipasi dengan total hadiah sebesar Rp.655 juta.
Ketua Asprov PSSI NTT, Chris Mboeik, menambahkan bahwa turnamen ini menjadi wadah penting untuk melahirkan talenta muda sepak bola di NTT.
