Kekecewaan itulah yang mendorong Michels menulis bukunya—sebuah kritik tajam dari dalam terhadap bagaimana partai-partai demokratis justru berubah menjadi oligarkis.

Mengapa ini bisa terjadi? Michels menjelaskan bahwa dalam organisasi besar seperti partai politik, oligarki muncul secara alami karena beberapa sebab: (1) Kebutuhan akan efisiensi dan koordinasi. Semakin besar organisasi, semakin sulit dikelola secara kolektif. Maka, muncul kebutuhan untuk menunjuk pemimpin atau elite pengelola. (2) Keunggulan teknis dan informasi elite.

Para pemimpin partai biasanya memiliki pengalaman, akses informasi, dan keterampilan komunikasi yang lebih tinggi, sehingga mereka mudah memonopoli pengaruh. (3) Pasifnya anggota biasa. Sebagian besar anggota tidak terlibat aktif dalam pengambilan keputusan dan cenderung bersikap patuh atau apatis. (4) Kecenderungan elite mempertahankan kekuasaan. Para pemimpin membangun sistem untuk menjaga posisi mereka, termasuk pengendalian media partai, distribusi sumber daya, dan mekanisme rekrutmen tertutup.

Iklan

Dengan kata lain, oligarki bukan muncul karena niat jahat individu tertentu, melainkan sebagai akibat tak terhindarkan dari logika organisasi modern itu sendiri.