Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
PADA awal abad ke-20, seorang sosiolog Jerman-Italia bernama Robert Michels menulis buku klasik Zur Soziologie des Parteiwesens in der modernen Demokratie. Untersuchungen über die oligarchischen Tendenzen des Gruppenlebens (1911). Dalam buku itu, yang kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dengan judul: Political Parties: A Sociological Study of the Oligarchical Tendencies of Modern Democracy, Michels mengemukakan teori yang tetap menggema kuat hingga hari ini: “Hukum Besi Oligarki” (Iron Law of Oligarchy). Intinya sederhana namun tajam: semua organisasi besar, termasuk partai politik yang mengusung demokrasi, pada akhirnya akan dikuasai oleh segelintir elite.
Yang membuat gagasan Michels istimewa adalah konteks kemunculannya. Michels bukan penentang demokrasi sejak awal, melainkan seorang intelektual yang tertarik dan terlibat langsung dalam gerakan sosialisme di Jerman. Ia bergabung dengan Partai Sosial Demokrat Jerman (SPD)—partai buruh terbesar dan paling progresif saat itu—dengan harapan bahwa partai ini bisa menjadi wadah perjuangan demokrasi sejati. Namun yang ia saksikan justru sebaliknya: elit partai semakin kuat, anggota biasa semakin pasif, dan keputusan-keputusan besar hanya diambil oleh segelintir orang di puncak struktur partai.



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

