Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Setelah ekonomi lebih stabil, buyback saham dapat menjadi sinyal positif bagi investor untuk kembali mempercayai kinerja Bank Mandiri,” tambahnya.
Dampak Psikologis Sementara, Fundamental Tetap Jadi Penentu
Frederik menilai bahwa dampak psikologis dari aksi buyback bersifat sementara. Pada akhirnya, investor tetap akan melihat fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan jumlah dana dan harga pelaksanaan buyback, karena kedua faktor tersebut menentukan berapa banyak saham yang dapat dibeli kembali. Pengurangan jumlah saham beredar nantinya berdampak langsung terhadap peningkatan laba per saham atau earnings per share (EPS).
“Apabila menggunakan asumsi harga penutupan 10 November 2025 di level Rp4.730 per lembar, maka Bank Mandiri diperkirakan akan melakukan buyback sebanyak 245,24 juta lembar saham. Dampaknya, EPS kuartal III/2025 bisa meningkat dari 142,23 menjadi 156, atau naik sekitar 9,69 persen,” jelasnya.
Dengan valuasi yang masih terdiskon dan sinyal positif dari aksi buyback, saham BMRI dinilai berpotensi kembali menarik perhatian investor, terutama ketika kondisi ekonomi mulai pulih. (*/rnc)
