“Kami ingin wisata wellness di NTT berkembang tanpa menjadi komoditas yang kehilangan jiwa. Ritual, herbal, tarian, dan penyembuhan tradisional tetap harus otentik dan melibatkan masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Menurutnya, kekuatan NTT terletak pada pengalaman yang jujur dan menghubungkan manusia dengan alam, bukan sekadar spa modern atau fasilitas mewah.

Ketua ASTINDO NTT, Jeme Hungga Matalu

Akses Terbatas Memang Tantangan, Tapi Jadi Daya Tarik

Iklan

Ketika panel membahas tantangan akses menuju destinasi wellness yang berada di lokasi alam terbuka dan terpencil, Jeme menjelaskan bahwa kondisi geografis NTT adalah tantangan sekaligus peluang.

“Benar, akses di beberapa wilayah NTT masih terbatas. Namun justru ini alasan mengapa wisatawan global mencari NTT yakni ketenangan, ruang alam luas, dan minim distraksi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan berbagai inovasi yang mulai dikembangkan, seperti rute wisata baru, kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta peningkatan fasilitas berbasis komunitas yang menjaga kelestarian lingkungan.

Teknologi Penting, Tapi Tidak Boleh Hilangkan Identitas

Dalam diskusi mengenai digital wellness, Jeme menekankan bahwa teknologi perlu digunakan secara bijak. Teknologi, kata dia, penting untuk informasi, reservasi, dan pengalaman pendukung. Tapi wellness sejati tetap harus kembali pada alam dan budaya.