Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Ia menegaskan bahwa swasembada energi merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik nasional.
“Energi adalah fondasi kehidupan. Kalau terjadi krisis energi, dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi juga politik,” kata Prof. David.
Ia menambahkan, kebijakan yang memadukan peningkatan lifting minyak dan transisi energi hijau menunjukkan pendekatan berimbang.
“Kalau hanya andalkan energi fosil tidak baik, tapi transisi energi juga butuh waktu dan teknologi,” imbuhnya.
Arah Kebijakan Energi Nasional Dinilai Mulai Konkret
Para akademisi sepakat bahwa tahun pertama pemerintahan Prabowo–Gibran menjadi fase penting dalam meletakkan fondasi kemandirian energi nasional.
Melalui optimalisasi sumur tua, penataan sumur rakyat, dan percepatan energi terbarukan, pemerintah dinilai telah menunjukkan arah kebijakan yang konkret.
“Roadmap-nya bagus. Ini baru tahun pertama, tapi langkahnya sudah sangat positif,” tutup Prof. Fredrik. (*/rnc)
