Kefamenanu, RakyatNTT.ID Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan mutu akademik perguruan tinggi di wilayah perbatasan Indonesia.

Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Universitas Timor (UNIMOR) dalam rangka pengukuhan dua Guru Besar di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Kamis (16/10/2025).

Acara yang berlangsung di Gedung Bale Biinmafo Kefamenanu-TTU itu dipimpin oleh Rektor UNIMOR, Dr. Stefanus Sio, S.P., M.P.
Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah:

  • Prof. Dr. Charles Venirius Lisnahan, S.P., M.P., bidang Ilmu Ternak Unggas/Usaha Budidaya Unggas.
  • Prof. Dr. Paulus Klau Tahuk, S.Pt., M.P., bidang Produksi Ternak Potong.

Dukungan Undana sebagai Benteng Akademik di Perbatasan

Kehadiran Rektor Undana bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penguatan kolaborasi antar-PTN di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prof. Maxs Sanam menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian UNIMOR dalam menambah jumlah Guru Besar di tengah keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas di daerah perbatasan.

“Universitas Timor adalah benteng akademik di perbatasan Republik ini. Dengan bertambahnya Guru Besar, kualitas riset dan pengabdian masyarakat akan semakin kuat, dan ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat TTU,” tegas Prof. Maxs Sanam.

Sinergi Undana dan UNIMOR Hadapi Tantangan Global

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Undana menekankan pentingnya sinergi antara Undana dan UNIMOR dalam menghadapi tantangan global, terutama pada bidang ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam.
Ia juga mendorong kolaborasi penelitian dan pertukaran dosen agar inovasi dari kawasan perbatasan dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Momentum Kebangkitan Akademik NTT

Pengukuhan dua Guru Besar UNIMOR ini menjadi tonggak penting kemajuan pendidikan tinggi di wilayah perbatasan NTT.

Kehadiran Undana dalam acara tersebut mempertegas perannya sebagai motor penggerak kemajuan akademik di seluruh Nusa Tenggara Timur. (*/rnc)