Pendidikan harus menginternalisasi nilai-nilai integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan solidaritas sosial melalui keteladanan dosen dan ekosistem akademik yang berkarakter. Pendidikan nilai tidak bisa hanya berupa wacana, tetapi harus menjadi praktik keseharian di kampus.

Pendidikan sebagai Garda Terdepan Semangat Sumpah Pemuda

Pendidikan adalah arena ideologis, bukan hanya transfer pengetahuan. Di sinilah semangat Sumpah Pemuda menemukan relevansinya kembali. Tiga transformasi penting perlu dilakukan:

1. Transformasi Spirit: Dari Nasionalisme Emosional ke Nasionalisme Rasional
Nasionalisme harus didasari oleh kesadaran intelektual, bukan euforia simbolik. Mahasiswa harus diajak memahami bahwa mencintai bangsa berarti berpikir produktif, inovatif, dan bertanggung jawab. Nasionalisme yang kritis akan menghasilkan warga negara yang reflektif, bukan reaktif.

Iklan

2. Transformasi Kompetensi: Literasi Digital dan Kolaborasi Global
Era global menuntut generasi muda menguasai kompetensi abad ke-21: berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Sumpah Pemuda 2025 dapat diterjemahkan sebagai “satu bangsa, berdaya global, berakar lokal.” Pendidikan tinggi harus mencetak pemuda yang tidak takut bersaing secara global, tetapi tetap berpegang pada etika dan identitas nasional.