Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Tiga tahun di Anda Luri adalah tiga tahun pembentukan karakter. Kami belajar bukan hanya dari buku, tetapi dari keteladanan guru, keheningan doa di asrama, dan pergaulan sederhana antar teman. Kami belajar untuk berjuang, menghormati, dan mencintai proses.
Teman akrab saya ponakan kandung dari almarhum P. Yulius Luli Tedemaking, CSsR, Yulius Lega Ama Tedemaking. Pater Yulius saat itu menjadi Vice Provinsial Redemptoris Indonesia. Saat ini sudah menjadi Provincial sendiri. Pater Yulius sangat ditakuti baik dari siswa API Padadita, Postulat, Noviciat hingga ke atas nya lagi. Saya tidak berani menyebut. Saya dengan Yulius juga ingin jadi imam CSsR, tapi gagal juga. Di angkatan kami ada beberapa siswa yang lolos namun gagal juga sebelum finis.
Berteman dengan ponakannya Vice Provinsial saya pikir ada “bonus” nya. Ternyata sama saja, tetap kena kebas juga. Saya sering memanggil Yulius Lega sebagai Camat Ile Ape. Ia berasal dari sana dari desa yang bernama Waipukang.
Kini, setelah dua dekade berlalu, setiap kali saya mendengar kata Andaluri, saya tak hanya teringat pada gedung sekolah atau seragam abu-abu putih. Saya teringat pada nilai-nilai yang dibentuk di sana, kerja keras, ketulusan, disiplin, dan kasih. Nilai-nilai itu yang menuntun kami di mana pun kami berada hari ini.
