Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
* Noldus Pandin (antropolog/pemerhati budaya Toraja)
—————————————————–
“Tammuan mali’ adalah suatu kegiatan yang bernilai positif bagi semua kalangan masyarakat Toraja di manapun berada. Tammuan mali” yang dilakukan di Jakarta kemarin, merupakan sebuah terobosan yang patut diapresiasi, dan sekiranya dilakukan tiap enam bulan sekali atau setahun, dengan tujuan melakukan diskusi ringan guna memberikan solusi bagi pemerintah daerah di Toraja, sebagai asal usul kita sebagai masyarakat Toraja. Tammuan mali’ sekiranya melibatkan semua elemen masyarakat Toraja dalam ragam komunitas, baik kaum milenial, kaum perempuan dan difabel, serta basis keagamaan apapun. Bila hal ini dirangkul dalam rangkulan inklusif, maka ini cerminan bahwa Sangtorayaan benar-benar menampilkan kekompakan dan kesatuan yang luar biasa. Harapan saya, pihak penyelenggara berikutnya bisa bergeser ke wilayah lain seperti di Bali, Sumatera dan Kalimantan serta Papua. Jadi ada rotasi diciptakan. Memang finansial berat dalam melakukan event, namun jika dilakukan kolaborasi, maka tentu akan bisa baik untuk semua.”
* Alpin Palute (ASN BMKG)
————————–
“Sebagai generasi muda Toraja di tanah rantau, saya merasa bangga dan terinspirasi melihat terselenggaranya event Sitammu Mali’ yang baru-baru ini dilaksanakan di Jabodetabek. Bagi beta, kegiatan ini bukan sekadar ajang pertemuan, tetapi sebuah gerakan untuk menyulam kembali nilai-nilai kekeluargaan, persaudaraan, dan identitas Toraja yang mulai pudar karena kesibukan dan waktu. Semoga event Sitammu Mali’ ini tidak berhenti di satu tempat atau satu waktu saja, tetapi akan terus bergulir ke semua wilayah nusantara, dan menjadi api kecil yang menerangi kebersamaan Sangtorayaan di seluruh Indonesia. Salam hangat dari kami generasi muda Toraja di perantauan. Siap merajut, menjaga, dan melanjutkan warisan to matua na dengan hati yang satu. salama’ 🙏🏼



WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

