“Dengan membuka dasbor SIZE, bapak ibu bisa langsung melihat kasus gigitan hewan hari ini, di kecamatan mana,  real time. Inilah kekuatan SIZE. Jadi SIZE ini adalah kecepatan kita, kolaborasi kita,” ungkapnya.

Pratikno juga mengajak seluruh kepala daerah dan masyarakat untuk memperkuat tindakan nyata. Ia meminta agar SIZE segera diaktifkan di seluruh kabupaten/kota se-NTT, diikuti vaksinasi massal anjing secara serentak, dan edukasi luas kepada masyarakat tentang langkah pertama setelah gigitan hewan penular rabies.

“Banyak korban meninggal bukan karena tidak ada vaksin, tapi karena tidak tahu harus berbuat apa. Kalau digigit, luka harus dicuci, segera ke puskesmas. Mari gunakan semua saluran komunikasi, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru pendidik, serta media sosial, untuk menyampaikan pesan ini,” imbaunya.

Pratikno menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian rabies bergantung pada sinergi, kerja sama, dan gotong royong seluruh pihak.

“Saya yakin masyarakat NTT adalah masyarakat tangguh, dengan solidaritas dan semangat gotong royong yang kuat. Ini energi besar untuk menghentikan rabies dan membawa NTT lebih sehat, bahkan siap menghadapi ancaman pandemi di masa depan,”  ungkapnya.

Apresiasi Pemprov NTT