Namun, memelihara ‘imaged nation’ bukanlah sebuah keniscayaan. Ada ruang-ruang politik yang harus dibangun agar bangsa dapat tetap ada. Membangun kembali identitas naratif bangsa menjadi salah satu hal urgen memelihara entitas sebuah yang bernama bangsa Indonesia.

Membangun Kembali Identitas Naratif Bangsa

Identitas naratif adalah seluruh ciri khas yang memungkinkan untuk mengidentifikasi kembali suatu bangsa sebagai kelompok yang setia pada cita-citanya.

Identitas bangsa tentang kebersamaan dalam perbedaan yang mempersatukan bangsa ini harus mula dibangun sejak masa kanak-kanak. Norma-norma (terkhusus mencintai perbedaan) yang ditanamkan sejak usia dini hingga tingkat pendidikan yang paling tinggi, sangat berpengaruh pada pementukan diri dalam melihat identitas bangsa ini. Identitas banga tentang perbedaan ini harus dibangun dalam sebuah “ignorance”(mengiyakan) perbedaan sekaligus membangun sebuah kepercayaan bahwa pihak yang lain tidak akan mengganggu keberadaan diri saya (ego) dalam sebuah kehidupan public. Setiap orang harus mengamini sekaligus merasakan identitas bangsa yakni Indonesia yang hidup bersama dalam perbedaan (bukan berusaha untuk menyamakan semua perbedaan).

Identitas bangssa mengandaikan , pertama setiap warganya dapat merasakan identitasnya, dengan berdasarkan diri pada identifikasi model-model yang diusulkan oleh kelompok (bangsa), dimana masing-masing merasa sebagai anggotanya.