Sebagai generasi yang hidup di tengah perkembangan teknologi, pemuda Indonesia harus waspada terhadap dengan positif dan negatifnya. Kita harus mampu menjadi agen perubahan yang memanfaatkan teknologi untuk kemajuan Indonesia dan juga menjadi penyaring yang dapat mengurangi dampak buruk dari informasi yang beredar , seperti disinformasi, Hoax (berita bohong) dan hate speech (ujaran kebencian). Pemuda harus menjadi Kompas yang menavigasi cara hidup generasi emas dan memberikan kontribusi maksimal bagi Indonesia yang menghadapi bonus demografi.

Sebagaimana Indonesia akan menghadapi bonus demografi, Dimana secara data dan fakta dominasi oleh generasi Z. Badan Pusat Statistik 2024 mencatat, generasi milenial (69,38 juta jiwa) dan generasi Z (74,93 juta jiwa) data ini menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesai Emas yang dicita-citakan.

Mempersiapkan Generasi Emas 2045 adalah cita-cita luhur yang harus dimulai dari sekarang sebagai hutang peradaban pemuda kepada generasi penerus. Pemuda harus mengambil posisi strategis di bidang politik (terbukti hasil pemilu/pilkada 2024 beberapa kepala daerah dan legislative didominasi oleh orang muda seperti Bupati Sikka,Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang dan Wakil Bupati Kupang sebagai representative orang muda di bidang politik) social, dan kemasyarakatan ; memperkuat keyakinan terhadap Sumpah Pemuda agar tetap relevan; dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.