Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
oleh: Robert Kadang
Mereka terlihat mulai akrab, walau sesaat baru bertemu. Penuh kehangatan dan canda tawa. Jalinan hubungan orang tua dan anak, sungguh tampak. Ya…, Tiara Fanggidae atau kini bisa disapa Le’ Tiara, menjadi anggota baru dalam keluarga Zet Tadung Allo dan Femi.
Sayangnya, keinginannya untuk segera diadopsi belum bisa terwujud. Lantaran, siswi Kelas V SD Inpres Batu Putih itu telah terdata dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Butuh waktu setahun ke depan (setelah lulus SD), baru Le’ Tiara bisa ke Jakarta. Itu pun mesti melalui kesepakatan keluarga besarnya.
Di sisi lain, Zet Tadung Allo bersama sang istri Femi, menyatakan selalu siap menjadi orang tua angkat, kapan pun Le’ Tiara mau. “Dia pastinya butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Apalagi kota sebesar Jakarta. Kalau dia sudah siap, kami menunggunya di Jakarta,” ungkap Femi.
Sebagai bentuk keseriusan keluarga Zet Tadung Allo untuk menjadi orang tua angkat Le’ Tiara, mereka memberikan tas dan buku-buku pelajaran, serta santunan uang sekolah. “Semoga bisa membantu kebutuhan sekolah anak Tiara. Jangan lihat nilainya, tapi inilah bentuk kepedulian kami mendukung Tiara dalam masa pendidikannya,” kata Zet Tadung Allo saat menyerahkan bantuan tersebut, Sabtu (18/10/2025).
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Nusa Tenggara Timur itu menandaskan, dia bersama istri sangat terharu, ketika Le’ Tiara mengaku bercita-cita ingin jadi pendeta. “Keinginan yang luhur, sebab dia ingin melayani. Kalau Tiara nantinya benar-benar mau ikut bersama kami, kami akan mewujudkan cita-citanya. Kasi kuliah di Sekolah Tinggi Teologia,” tandas Zet Tadung Allo.
Kesediaan keluarga Zet Tadung Allo mengadopsi Le’ Tiara, direspon positif Arifin Laning, om kandung Le’ Tiara. Dia pun menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Zet Tadung Allo dan istrinya. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Zet dan ibu yang bersedia mengadopsi Tiara. Kami sangat terharu dengan kesediaan beliau. Kami keluarga besar akan rapat untuk memutuskan. Tapi kami mohon waktu, karena Tiara sudah kelas lima. Mungkin baiknya setelah dia tamat SD, baru ke Jakarta,” ujar Arifin Laning, pensiunan BRI, saat dimintai tanggapannya.
Sekedar tahu, Le’ Tiara adalah anak bungsu dari pasangan almarhum Jhon Hermen Fanggidae, dan almarhumah Serly Maria Oktavia Selan. Pasangan suami-istri ini meninggal ketika terjadi lakalantas maut, di Jalan Raya Fatumetan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Orang tua Le’ Tiara ditabrak mobil dinas Kejaksaan Negeri TTS, pada bulan Desember tahun 2024 lalu. (*)
