“Jantung tidak bisa menunggu. Menjaga kebersihan gigi dan mulut bukan hanya soal senyum cerah, tapi juga soal mencegah bakteri masuk ke dalam darah dan mengancam organ vital,” ujar dr. Erta.

Ia menegaskan pentingnya kontrol rutin ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, terutama bagi pasien dengan kelainan jantung atau riwayat operasi jantung. Bahkan, sebelum tindakan gigi tertentu, pasien dianjurkan mengonsumsi antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi menyebar ke jantung.

Pesannya sederhana namun penting: jangan sepelekan gigi berlubang. Satu lubang kecil bisa berujung pada operasi besar dan bahkan mengancam nyawa. (*/rnc)