Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
Kupang, RakyatNTT.ID – Dosen muda Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana), Paulina Maria Yovita Kosat, kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia literasi.
Ia baru saja menerbitkan buku berjudul “El Nino & Kemarau Panjang dan Rumahku Tidak Gelap Lagi”.
Buku ini membahas secara spesifik isu perubahan iklim serta pentingnya pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Masuk 16 Besar Penulis Nasional
Karya ini lahir dari partisipasinya dalam sayembara menulis Yayasan Literasi Anak Indonesia, di mana Jovin—sapaan akrabnya—berhasil menembus 16 besar penulis nasional. Buku ini sekaligus menjadi karya ketujuh yang ia hasilkan.
Meski ditujukan untuk anak-anak, Jovin menegaskan bahwa mahasiswa dan orang dewasa juga dapat mengambil manfaat dari isinya. Pembaca akan diajak memahami konsep dasar fotovoltaik, generator listrik, dan EBT dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami.
Inspirasi dari Realitas Kemarau NTT
Jovin menjelaskan, inspirasi menulis buku ini datang dari kegelisahan atas dampak perubahan iklim yang semakin nyata, ditambah dengan realitas kemarau panjang di NTT yang berpengaruh pada kesehatan dan lingkungan.
“Latar belakang penulisan buku ini berawal dari kegelisahan melihat perubahan iklim yang semakin masif, serta inspirasi dari realitas panjangnya kemarau di NTT,” jelasnya.
Tantangan Lintas Disiplin
Dengan latar belakang akademik di bidang linguistik, Jovin menghadapi tantangan besar karena harus mempelajari disiplin ilmu lain seperti geografi, iklim, fisika, hingga energi terbarukan.
Namun, tantangan itu justru membuat proses kreatif semakin menarik. Buku ini menjadi bukti bahwa dosen Undana mampu berkontribusi lintas disiplin ilmu untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.
Harapan untuk Generasi Muda
Lewat karyanya, Jovin berharap generasi muda lebih peduli terhadap fenomena iklim seperti El Nino dan La Nina, sekaligus termotivasi untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber daya yang melimpah di wilayah tropis.
“Pesan utama dalam buku ini adalah kita tidak boleh takut menghadapi perubahan. Justru dengan perubahan, kita bisa lebih peka dan mampu berinovasi,” tutupnya. (*/rnc)
