“Menjelang akhir tahun, likuiditas akan lebih stabil, cost of fund perbankan akan menurun, dan ini akan membantu loan growth kita di akhir 2025,” ujarnya.

Dari sisi makro, kebijakan ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan Indonesia di tengah gejolak ekonomi global.

Kebijakan Strategis Pemerintah untuk Perbankan

Pemerintah berharap langkah penempatan dana ini tidak hanya meningkatkan kapasitas pembiayaan Himbara, tetapi juga menjadi instrumen stabilisasi moneter jangka pendek.

Iklan

Dengan likuiditas yang lebih longgar dan biaya dana yang menurun, bank-bank milik negara memiliki ruang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan kredit produktif dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional menjelang 2026. (*/rnc)