Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RakyatNTT.ID
+ Gabung
“Penanggulangan kemiskinan harus dilakukan dengan pendekatan integratif, lintas sektor, dan berkelanjutan,” ujar Krisman.
Data Kemiskinan Sabu Raijua Masih Mengkhawatirkan
Bupati mengungkapkan bahwa Kabupaten Sabu Raijua masih menghadapi tantangan besar dalam menurunkan jumlah penduduk miskin, termasuk kelompok miskin ekstrem. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah penduduk miskin di Sabu Raijua mencapai 30.980 jiwa atau 28,13% dari total populasi.
“Angka ini membuktikan bahwa sebagian masyarakat kita belum menikmati akses layak terhadap air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, pendidikan berkualitas, dan kesempatan ekonomi. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
RPKD jadi Dokumen Strategis Daerah
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa RPKD merupakan bagian integral dari sistem perencanaan pembangunan daerah dan nasional, yang harus selaras dengan RPJMD, RPJMN, dan SDGs.
“Keselarasan ini penting bukan hanya secara administratif, tetapi untuk memastikan setiap strategi penanggulangan kemiskinan memiliki daya dukung kebijakan dan pendanaan yang kuat,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa RPKD akan menjadi dasar hukum yang kokoh bagi setiap program, sehingga mudah diakses untuk dukungan pembiayaan dari APBD, APBN, maupun mitra pembangunan.
Kolaborasi dan Partisipasi jadi Kunci
Di akhir sambutannya, Bupati Krisman mengajak seluruh peserta FGD untuk berkontribusi aktif memberikan gagasan dan perspektif berdasarkan data serta kondisi riil lapangan.





WA Channel
Ikuti Kami
Subscribe

